PENDIDIKAN PENGANTAR KEWARGANEGARAAN
Tuesday, March 18, 2014
Thursday, January 16, 2014
Sistem informasi SDM
SISTEM INFORMASI SUMBER DAYA MANUSIA
Sistem
Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM) pada dasarnya merupakan suatu
prosedur sistematik tentang pengumpulan, penyimpanan, pemeliharaan dan
perolehan kembali berbagai data atau informasi yang sangat dibutuhkan
oleh suatuperusahaan (organisasi) atau para pemakai guna memperlancar
kegiatan pengoprasian perusahaan.
Pengertian Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
Definisi sistem informasi sumber daya manusia yang diungkapkan oleh Henry Simamora (1997 : 90) di
dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia sebagai berikut : Sistem
informasi sumber daya manusia (SISDM) adalah prosedur sistematik untuk
mengumpulkan, menyimpan, mempertahankan, menarik, dan memvalidasi
datayang dibutuhkan oleh sebuah organisasi tentang sumber daya manusia,
aktivitas-aktivitas personalia, dan karakteristik- karakteristik unit
organisasinya.
Pengertian sistem informasi sumber daya manusia yang diungkapkan oleh Raymond McLeod, Jr yang telah diterjemahkan oleh Hendra Teguh (2004 : 475) dalam
buku Sistem Informasi Manajemen sebagai berikut : Sistem Informasi
sumber daya manusia adalah sistem yang menunjang manajemen untuk
mempermudah dalam proses pengambilan keputusan yang meliputi aktivitas
merencanakan, menerima, menempatkan, melatih dan mengembangkan serta
memelihara atau merawat sumber daya manusia atau anggota perusahaan.
Dengan
demikian dapat disimpulkan bahwa sistem informasi sumber dayamanusia
merupakan suatu proses sistematik yang memiliki kemampuan lebih dari
sekedar laporan komputer mengenai informasi pegawai, menganalisa,
memelihara dan mengendalikan informasi keseluruhan mengenai sumber daya
manusia agar dapatdipakai oleh semua pihak yang membutuhkan.
Karakteristik Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
Menurut Henry Simamora (1997 : 90-91) dalam
bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia mengungkapkan bahwa : Sebuah
sistem informasi sumber daya manusia haruslah dirancang untuk
menyediakan informasi yang :
1. Tepat waktu,
2. Akurat,
3. Ringkas,
4. Relevan,
5. Lengkap.
2. Akurat,
3. Ringkas,
4. Relevan,
5. Lengkap.
Karakteristik Sistem Informasi Sumber Daya Manusia tersebut diatas diuraikan secara
singkat sebagai berikut :
1. Tepat Waktu, Informasi yang disajikan kepada pemakai harus dilakukandengan baik atau benar dan harus up to date, serta diterapkan pada waktuyang layak dan tepat waktu.
2. Akurat,
Informasi yang dibutuhkan oleh pemakai harus memenuhi tingkatakurasi
atau ketepatan yang tinggi, bebas dari pengertian yang
menyesatkan,kesalahan material dan dapat diandalkan oleh pemakainya.
3. Ringkas, Manajer dapat menyerap banyak informasi yang dibutuhkan dalam situasi tertentu.
4. Relevan, Manajer haruslah mendapatkan hanya informasi yang dibutuhkan dalam situasi ter-tentu.
5. Lengkap, Manajer harus mendapatkan informasi yang lengkap dan tidak terpotong-potong.
Sumber Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
Membentuk
sistem informasi sumber daya manusia yang komprehensif, memerlukan
informasi yang diperoleh dari berbagai sumber. Formulir-formulir khusus
dan kuisioner ± kuisioner dapat dibuat untuk mengumpulkan informasi bagi
keperluan Sistem Informasi Sumber Daya Manusia, diungkapkan oleh Henry
Simamora (1997 :94) di dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia sebagai berikut :
Sumber-sumber informasi dari Sistem Informasi Sumber Daya Manusia adalah
sebagai berikut :
1. Blangko-blangko lamaran
Blangko lamaran harus dirancang sebagai guna mengumpulkan informasi yang dibutuh-kan
untuk Sistem Informasi Sumber Daya Manusia. Informasi ini mencakup
tingkat pendidikan, keahlian, dan data biografis lainnya yang relevan.
Setelah si calon diseleksi, diminta menyelesaikan blanko kedua yang
meminta informasi yang lebih rinci untuk keperluan Sistem Informasi
Sumber DayaManusia
2. Evaluasi-evaluasi penting
Informasi
penting harus dimutahirkan secara periodik meliputi keahlian ± Keahlian
dan bakat karyawan, tingkat kinerja saat ini dan potensipertumbuhannya.
Organisasi memerlukan informasi yang sahih untuk
membuatkeputusan-keputusan perencanaan jangka panjang me-nyangkut
individu-individu yang memiliki potensi promosi
3. Maklumat-maklumat perubahan personalia
Organisasi telah mengembangkan blanko sederhana yang disebut maklumat perubahan personalia (personal change notice), dimana penyedia dimintamelengkapi dan mengirimkan ke bagian sumber daya manusia.
4. Tindakan-tindakan pendisiplinan
Informasi
yang bersangkut paut tindakan disipliner formal juga diperlukan dalam
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia. Beberapa organisasi menggunakan
formulir khusus untuk me-laporkan informasi ini kepada bagian sumber
daya manusia.
5. Daftar gaji
Sistem
Informasi Sumber Daya Manusia kadang-kadang berisi riwayat gajisetiap
karyawan, termasuk gaji dasar, persentase kenaikan setiap tahun dan
setiap bonus serta penghargaan khusus yang telah diberikan. Informasi
ini dapat menjadi bagian dari data yang disediakan melalui formulir
evaluasi kerja.
Komponen Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
Komponen-komponen
Sistem Informasi Sumber Daya Manusia yang dikemukakan oleh Henry
Simamora dalam bukunya Manajemen Sumber Daya Manusia adalah :
a.Fungsi Masukan,
b.Fungsi Pemrosesan,
c.Fungsi Keluaran.
Secara singkat komponen fungsional utama dalam Sistem Informasi Sumber Daya Manusia tersebut dapat diuraikan sebagai berikut :
a. Fungsi Masukan
Yaitu
memberikan kemampuan untuk memasukan informasi personalia kedalam
Sistem Sumber Daya Manusia, fungsi ini mengumpulkan data sepertisiapa
yang mengumpulkan data, kapan, dan bagaimana data diproses.
Masukan-masukan dari Sistem Informasi Sumber Daya Manusia serupa dengan
system manual, informasi karyawan, kebijakan-kebijakan dan prosedur
sumber daya manusia dan informasi yang berkaitan dengan personalia
lainnya harus dimasukan ke dalam sistem agar dapat digunakan. Informasi
ini biasanya dimasukan dari dokumen-dokumen (seperti formulir lamaran)
ke dalam komputer pribadi yang dihubungkan dengan komputer besar (mainframe computer). Informasi dapat diketik, dibaca secara digital atau dipindah (scanned)
dari dokumen-dokumen dimasukan kedalam sistem dari
komputer-komputerlainnya atau diambil dari mesin-mesin lainnya yang
dihubungkan dengankomputer (misalnya mesin absensi yang dihubungkan
langsung dengan komputer).
b.Fungsi Pemrosesan
Sistem data dimasukan ke dalam sistem informasi, fungsi pemeliharaan databaru (data maintenance function)
akan memperbaharui dan menambahkan data baru ke dalam basis data yang
ada. Dalam sistem yang tidak terkomputerisasi, karyawan melakukan hal
ini dengan tangan, mereka mengarsipkan dokumen dokumen kertas dan
membuat masukan-masukan data ke dalam arsip ± arsip. Sistem yang
terkomputerisasi melakukan fungsi ini secara akurat dan cepat.
c.Fungsi Keluaran
Merupakan
fungsi yang paling terlihat dari sebuah Sistem Informasi Sumber Daya
Manusia.Untuk menghasilkan fungsi keluaran yang bernilai bagi
pemakai-pemakai komputer, Sistem Informasi Sumber Daya Manusia harus
memproses keluaran tersebut, membuat kalkulasi-kalkulasi yang diperlukan
dan setelah itu memformat persentasinya dengan cara yang dapat
dimengerti oleh para pemakai. Sistem yang tidak terkomputerisasi
melakukan hal ini secara manual, menyusun statistik-statistik dan
mengetik laporan-laporan. Sistem yang terkomputerisasi melakukan hal ini
dengan menggunakan program-program yang canggih.
Model Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
Perencanaan
awal harus memasukan sebuah model keseluruhan yang akan menggambarkan
masukan-masukan, transformasi, dan keluaran-keluaran yang diharapkan
dari sebuah sistem. Model Sistem Informasi Sumber Daya Manusia
menggunakan format umum yang sama dari subsistem input, database, dan
subsistem output yang telah digunakan berbagai area fungsional lain.
Komponen Sumber Daya Manusia (SDM) dapat dijelaskan sebagai berikut :
1. Subsistem Input
Kombinasi standar dari pengolahan data, penelitian, dan intelejen.
Subsistem ini terdiri dari :
a. Sistem Informasi Data Personil
b. Menyediakan
data personil bagi Sistem Informasi Sumber Daya Manusia sehingga
database berisi gambaran yang lengkap dari sumber daya personil yang
berupa non keuntungan relatif lebih permanen seperti : nama pegawai,
jenis kelamin, tanggal lahir, pendidikan, jumlah tanggungan.
c. Subsistem Penelitian Sumber Daya Manusia
Mengumpulkan data melalui proyek penelitian khusus, contohnya :
penelitian suksesi, analisis dan evaluasi jabatan dan penelitian keluhan.
d. Subsistem Intelijen Sumber Daya Manusia
Subsistem
ini mengumpulkan data berhubungan dengan Sumber Daya Manusia (SDM) dari
lingkungan perusahaan. Elemen lingkungan yang menyediakan data ini
meliputi pemerintah, pemasok, tenaga kerja, masyarakat global, dan
sebagainya.
2. Database Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM)
Database yang digunakan adalah berbasis komputer yang meliputi :
a. Isi Database
Data pegawai, seperti : tanggal lahir, nama, departemen, jabatan, tingkat pendidikan, dan lain-lain.
Data
non pegawai, yang mengidentifikasi data dan menjelaskan organisasi di
lingkungan per-usahaan seperti agen tenaga kerja, akademis, universitas,
serikat kerja, serta pemerintahan.
b. Lokasi Database Sistem Informasi Sumber Daya Manusia (SISDM)
Sebagai
database Sistem Informasi Sumber Daya Manusia ditempatkan pada komputer
sentral perusahaan, tetapi database yang lain bisa berada didivisi
khusus seperti pada divisi operasi lain dan luar pusat pelayanan.
c. Perangkat Lunak Manajemen Database
Perangkat
lunak yang digunakan dalam mengelola database Sistem Informasi Sumber
Daya Manusia perusahaan contohnya : IMS, FOCUS, Dbase, dan lain-lain.
3. Subsistem Output
Mencerminkan hasil pengelolahan data Sumber Daya Manusia (SDM) personil perusahaan, yang meliputi :
a. Subsistem Perencanaan Angkatan Kerja
Subsistem
ini meliputi semua kegiatan yang memungkinkan manajemen untuk
mengidentifikasi kebutuhan pegawai di masa datang sepertipembuatan bagan
organisasi, peramalan gaji, analisis atau evaluasi jabatan.
b. Subsistem Perekutan
Subsistem ini mengidentifikasi dua aplikasi perekutan yaitu penelusuran pelamaran dan pencarian internal.
c. Subsistem Manajemen Angkatan Kerja
Meliputi
penilaian kerja, pendidikan dan pelatihan, pengendalian posisi,
realokasi, keahlian atau kompetisi, suksesi dan pendisiplinan.
d. Subsistem Kompesasi
Mendeskripsikan
segala bentuk informasi yang berkaitan dengan balas jasa terhadap apa
yang telah dikerjakan oleh karyawan, meliputi peningkatanpenghargaan,
gaji, kompesasi eksekutif, intensif bonus kehadiran.
e. Subsistem benefit
Subsistem benefit ini seperti berapa besar pensiun yang diperoleh seorang karyawan dan masa kerjanya.
Salah
satu hal yang dipersepsi oleh karyawan adalah rancangan pekerjaan yang
didalam-nya termasuk peralatan dan perangkat serta cara kerja yang
berhubungan langsung dengan peker-jaan mereka. Peralatan atau perangkat
yang dimaksud adalah SISDM itu sendiri. SISDM sebagai perangkat untuk
mendukung kerja memiliki kriteria ± kriteria dalam setiap aspeknya baik
subsistem input, pemrosesan ataupun output. Kriteria ± kriteria yang
dimak-sud adalah tepat waktu,akurat, ringkas, relevan dan lengkap.
Kriteria- kriteria inilah yang akan dipersepsi oleh karyawan apakah sesuai dengan harapan dan kebutuhan karyawan ataukah tidak.
Bagaimana karyawan mempersepsi SISDM berkaitan dengan harapan dan kebutuhan
karyawan tersebut terhadap karakteristik SISDM yang sedang digunakan.
Ketika data SISDM dipersepsi tidak dapat memberikan data secara tepat
waktu, tidak memberikan data yang akurat dan bebas kesalahan, tidak
banyak informasi yang diperoleh melalui SISDM secara tepat dan lengkap,
maka SISDM dipersepsi tidak sesuai dengan harapan karyawan.
Data
SISDM yang dipersepsi tidak dapat memberikan informasi yang tepat
waktu, akan mengakibatkan karyawan menghayati bahwa SISDM tidak dapat
membantunya dalam menyelesaikan pekerjaan secara cepat, sehingga muncul
penghayatan time urgency yang mendesak karyawan untuk bekerja
secara terburu ± buru. Begitu pula ketika data SISDM dipersepsi tidak
tampil secara mudah danringkas, maka karyawan akan menghayati data SISDM
merupakan data mentah yang masih harus diproses secara manual sehingga
semakin mendesak pekerjaan karyawan.
Hal ini juga akan membuat pekerjaan menjadi semakin banyak dan sulit, sehingga karyawan menghayati work overload (pekerjaan
yang berlebihan) yang bila dibiarkan dapat menjadi frustasi karena
karyawan tidak dapat menyesuaikan diri terhadappekerjaannya. Data SISDM
yang dipersepsi tidak memberikan informasi yang bebaskesalahan dan tidak
dapat diandalkan akan dimaknakan tidak akurat, tidak relevan dan tidak lengkap yang kemudian akan mempengaruhi prosedur kerja karyawan untuk menjadi dihayati semakin sulit.
Kondisi ± kondisi time urgency yang mendesak, prosedur kerja yang sulit, jumlah pekerjaan yang berlebihan (work overload)
hingga berakhir menjadi frustasimerupakan aspek ± aspek yang
mempengaruhi beban kerja karyawan. Kondisi ± kondisi seperti ini dapat
menjadi faktor penekan bagi karyawan sehingga harusmenggunakan energi
lebih banyak. Penggunaan energi yang secara terus ± menerusmengakibatkan
timbulnya kelelahan (fatigue). AM. Sugeng. Budiono (2003:87) mengatakan
kelelahan kerja ditandai dengan melemahnya tenaga kerja melakukan
pekerjaan/kegiatan, sehingga akan meningkatkan kesalahan dalam melakukan
pekerjaan. Selain itu, kondisi ± kondisi seperti time urgency yang mendesak,work overload dan
frustasi dapat menjadi faktor psikis dalam mempengaruhi beban kerja.
Faktor psikis ini akan berakibat pada kelelahan psikis yang berkaitan
dengan kelelahan emosional (emotional exhaustion) yang ditandai dengan hilangnya perhatian, kepercayaan, minat dan semangat dalam bekerja (Ray & Miller, 1994).
Ketika
seorang pekerja telah menghayati pekerjaannya dengan sebuah penghayatan
bahwa lingkungan fisik ataupun psikis merupakan sebuah penekan
bagidirinya dan pekerja tidak dapat beradaptasi terhadap tuntutan
pekerjaannya maka halini dapat berpengaruh pada tingkah lakunya dalam
bekerja yaitu hilangnya minat dan semangat bekerja yang tampak dalam
tingkah laku mangkir, sering terlambat, lambatdalam menyelesaikan tugas.
Referensi
http://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_informasi
http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/dampak-negatif-sistem-informasi.html
http://kaltarabloggers.aimoo.com/Category/Topic-1-1221860.htmlhttp://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_sumber_daya_manusia
http://dewin221106.blogspot.com/2010/05/dampak-negatif-sistem-informasi.html
http://kaltarabloggers.aimoo.com/Category/Topic-1-1221860.htmlhttp://id.wikipedia.org/wiki/Sistem_manajemen_sumber_daya_manusia
http://justseenthink.blogspot.com/2011/02/sistem-informasi-sumber-daya-manusia.html
Metodologi siklus hidup sistem
METODOLOGI SIKLUS HIDUP SISTEM SISTEM INFORMASI MANAJEMEN
Pendahuluan
Siklus hidup sistem terdiri dari 5 tahap. Empat tahap
pertama : perencanaan, analisis, rancangan, dan penerapan – dimaksudkan bagi
pengembangannya. Tahap kelima untuk penggunaannya. Semua tahap dapat melibatkan
pemakai, spesialis informasi jika end-user computing tidak diikuti sepenuhnya.
Eksekutif menetapkan kebijaksanaan dan membuat rencana yang mengatur pemakaian
komputer. Pada tingkat yang sedikit lebih rendah, suatu komite khusus yang
disebut dengan komite pengarah SIM (MIS steering committee) dapat mengelola
seluruh siklus hidup dalam perusahaan. Pengembangan sistem yang lebih responsif
dapat dicapai dengan peningkatan siklus hidup dan penggunaan peralatan
pengembangan berbasis komputer (computer-based development tools).
Dua peningkatan itu adalah prototyping dan rapid
application development (RAD),
1. Siklus hidup
Siklus
hidup sistem (system life cycle-SLC), adalah proses evolusioner yang diikuti dalam
menerapkan sistem atau subsistem informal berbasis komputer. SLC dilakukan
dengan pendekatan sistem secara teratur dan dilakukan secara top-down, oleh
karenanya sering disebut pendekatan air terjun (waterfall
approach) bagi pengembangan dan penggunaan sistem.
Tahap-tahap yang dijalankan pada Siklus Hidup
Sistem :
1. Perencanaan.
2. Analisis.
3. Perancangan.
4. Implementasi
5. Penggunaan.
1. Perencanaan.
2. Analisis.
3. Perancangan.
4. Implementasi
5. Penggunaan.
Dalam membuat suatu sistem atau subsistem di butuhkan banyak pihak yang berkaitan, yaitu suatu pihak dalam Siklus Hidup Sistem ada yang disebut dengan Eksekutif, Komite Pengarah SIM, yang mana masing-masing mempunyai fungsi dan peranan yang penting.
Tugas dan fungsi utama komite pengarah SIM:
·
Menetapkan kebijakan, yang memastikan dukungan computer untuk mencapai
tujuan strategis perusahaan;
·
Menjadi pengendali keuangan, dengan bertindak sebagai
badan yang berwenang memberi persetujuan bagi semua permintaan dana yang
berhubungan dengan komputer;
·
Menyelesaikan pertentangan, yang timbul sehubungan dengan
prioritas penggunaan komputer.
2. Tahap Perencanaan
Keuntungan dari merencanakan proyek CBIS:
·
Menentukan lingkup dari proyek;
·
Mengenali berbagai area permasalahan potensial;
·
Mengatur urutan tugas;
·
Memberikan dasar untuk pengendalian.
langkah-langkah dalam tahap perencanaan :
1) Menyadari Masalah.
2) Mendefinisikan masalah
3) Menentukan tujuan sistem
4) Mengidentifikasi kendala-kendala sistem
5) Membuat studi kelayakan,Ada enam dimensi kelayakan:
·
Teknis
·
Pengembalian ekonomis
·
Pengembalian non ekonomis
·
Hukum dan etika
·
Operasional
·
Jadwal
6) Mempersiapkan usulan penelitian sistem
7) Menyetujui atau menolak penelitian proyek
8 ) Menetapkan mekanisme pengendalian
3. Tahap Analisis
Analisis sistem adalah penelitian atas sistem yang
telah ada dengan tujuan untuk merancang sistem yang baru atau diperbaharui.
Adapun tahapan dalam analisis sistem adalah :
1) Mengumumkan Penelitian Sistem
2) Mengorganisasikan tim proyek
3) Mendefinisikan kebutuhan pemakai
4) Mendefinisikan kriteria kinerja sistem
5) Menyiapkan usulan rancangan
6) Menyetujui atau menolak rancangan proyek
4. Tahap Rancangan
Rancangan sistem adalah penentuan proses dan data yang
diperlukan oleh sistem baru. Untuk sistem berbasis komputer biasanya dalam
rancangan ada spesifikasi jenis peralatan yang akan digunakan.
Langkah-langkahnya adalah sebagai berikut:
1) Menyiapkan rancangan sistem yang terinci
2) Mengidentifikasikan berbagai alternatif konfigurasi sistem
3) Mengevaluasi berbagai alternatif konfigurasi sistem
4) Memilih konfigurasi yang terbaik
5) Menyetujui usulan penerapan
6) Menyetujui atau menolak penerapan sistem
5. Tahap Penerapan
Penerapan merupakan kegiatan memperoleh dan mengintegrasikan sumberdaya
fisik dan konseptual yang menghasilkan suatu sistem yang bekerja.
Adapun tahapannya adalah:
1) Merencanakan penerapan
2) Mengumumkan penerapan
3) Mendapatkan sumberdaya perangkat keras
4) Mendapatkan sumberdaya perangkat lunak
5) Menyiapkan database
6) Menyiapkan fasilitas fisik
7) Mendidik peserta dan pemakai
8 ) Masuk ke sistem baru
proses menggantikan sistem lama ke system baru disebut cutover.
Ada 4 pendekatan dasar yaitu: percontohan, serentak, bertahap, dan
paralel.
6. Tahap Penggunaan
Tahap penggunaan terdiri dari 3 langkah :
1) Menggunakan sistem
2) Audit sistem.
3) Memelihara sistem.
Ada 3 alasan untuk pemeliharaan :
a) Memperbaiki kesalahan.
b) Menjaga kemutakhiran sistem.
c) Meningkatkan sistem.
Menempatkan Siklus Hidup
Sistem
Dalam Perspektif
Guna memberi respon yang lebih
baik bagi kebutuhan pemakai, spesialis informasi telah membuat modifikasi pada system
life cycle(SLC)
sehingga waktu penerapan berkurang.
Ada dua modifikasi yang dapat
dilakukan yaitu prototyping dan Rapid
Application Development (RAD).
Prototipe memberikan ide bagi pembuat
maupun pemakai potensial tentang cara sistem akan berfungsi dalam bentuk
lengkapnya. Prosesnya disebut prototyping.
Ada 2 jenis prototype:
Prototipe jenis I sesungguhnya menjadi sistem
operasional;
Prototipe jenis II merupakan suatu model yang
dapat berfungsi sebagai cetak biru bagi sistem operasional.
Potensi Kegagalan
Prototyping :
- Ketergesaan membuat prototype mungkin menghasilkan jalan pintas dalam definisi permasalahan, evaluasi alternatif dan dokumentasi.
- Pemakai mungkin begitu tertarik dengan prototype sehingga mereka mengharapkan sesuatu yang tidak realistic dari sistem operasional.
- Prototipe Jenis I mungkin tidak seefisien sistem yang dikodekan dalam bahasa programming.
- Hubungan komputer-manusia yang disediakan oleh peralatan prototyping tertentu mungkin tidak mencerminkan teknik perancangan yang baik.
Prototyping bekerja paling baik pada
penerapan-penerapan yang
berciri:
- Risiko tinggi
- Interaksi pemakai penting
- Jumlah pemakai banyak
- Penyelesaian yang cepat diperlukan
- Perkiraan tahap penggunaan sistem yang pendek
- Sistem yang inovatif
- Perilaku pemakai yang sukar ditebak.
Rapid Application
Development (RAD)
RAD adalah istilah yang dibuat oleh James Martin, seorang konsultan
komputer dan pengarang, untuk suatu siklus hidup pengembangan yang dimaksudkan
untuk menghasilkan sistem secara cepat tanpa mengorbankan kualitas. RAD
merupakan seperangkat strategi, metodologi dan peralatan yang terintegrasi yang
ada dalam
satu kerangka kerja menyeluruh yang disebut information
engineering. Information Engineering (EI), pendekatan menyeluruh
dalam pengembangan sistem, yang memperlakukannya sebagai kegiatan seluruh
perusahaan.
Unsur-unsur penting dari RAD : manajemen, manusia, metodologi, dan
peralatan. Siklus hidup RAD :
(a) perencanaan kebutuhan, (b)
rancangan pemakai, (c) konstruksi, (d)
cut over.
Kesimpulan
Evolusi sistem berbasis komputer mengikuti suatu pola
yang disebut siklus hidup sistem, yang terdiri dari tahap perencanaan,
analisis, rancangan, dan penerapan serta penggunaan.
Tahap analisis dimulai dengan pengumuman kepada para
pegawai dan dibentuknya tim proyek. Kegiatan yang dilakukan yaitu pemakai mendefinisikan
kebutuhan informasi, menentukan kriteria kinerja, menyiapkan usulan rancangan
untuk merancang sistem baru.
Tahap rancangan mulai saat analis terlibat dalam
rancangan sistem yang terinci, dengan menggunakan teknik-teknik dan peralatan
terstruktur yang mendokumentasikan proses dan data.
Tahap penerapan melibatkan para spesialis informasi
lainnya, pemakai tambahan dan mungkin orang luar seperti konsultan dan
kontraktor.
Setelah tahap penggunaan dimulai, analis sistem dan
auditor internal melaksanakan penelaahan pasca penerapan, yang diulang secara
berkala sepanjang umur hidup sistem. Spesialis informasi juga melakukan
pemeliharaan sistem.
Meskipun siklus hidup sistem
mewakili bentuk dasar dari kerja sistem, siklus hidup sistem terpengaruh perubahan
metodologi lain yang menekankan penggunaan peralatan pengembangan berbasis
komputer. Salah satunya yaitu rapid application development – RAD yang menyatukan baik
CASE maupun prototyping.
http://widadkamilah99.blogspot.com/2013/05/metodologi-siklus-hidup-sistem-sistem.html
Subscribe to:
Posts (Atom)